Kamis, 06 Agustus 2025

Melanjutkan kegiatan Sosialisasi Antikorupsi Internal di Lingkup Inspektorat, Episode 2 mengusung tema “Sebab dan Dampak Korupsi”. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi episode 2 ini adalah +/- 21 orang yang merupakan perwakilan dari 4 bidang yang setiapnya mengirimkan 5 orang staf dan ditambah 1 orang dari Sekretariat Inspektorat. Kegiatan Sosialisasi Antikorupsi dimulai jam 08.00 dan berakhir pada jam 09.00 WIB dan tetap berlokasi di Ruang Gatot Subroto. Menurut Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK), penyebab Korupsi dibagi menjadi 2 yaitu Aspek Internal dan Eksternal.

A. Aspek Internal

1. Sifat Tamak

Menurut KBBI, Tamak adalah selalu ingin beroleh banyak untuk diri sendiri (rakus hati), sedangkan secara istilah merupakan cinta kepada dunia (harta) dengan sangat berlebihan bahkan tanpa memperhatikan hukum. Salah satu yang memicu tamak adalah hedonisme, yaitu pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.

2. Gaya Hidup Konsumtif

Perilaku Konsumtif merupakan suatu tindakan atau perilaku membeli serta menggunakan barang maupun jasa secara berlebihan tanpa pertimbangan yang matang dengan tujuan untuk memenuhi keinginan pribadi semata dan bukan lagi atas tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang dijadikan pemenuhan gaya hidup untuk bisa tampil mewah. Karakterisitiknya adalah pembelian yang berlebihan, pembelian tanpa pertimbangan matang, pemenuhan keinginan (bukan kebutuhan), dan cenderung tidak direncanakan (Jurnal Ilmiah – Univ. Negeri Makasar)

3. Lemahnya Moral

Lemahnya moral adalah terkait dengan ketidak-mampuan seseorang untuk menjaga nilai yang dipegangnya yang berkaitan dengan apa yang diterima secara umum, hal ini dapat terjadi karena kepercayaan pada Tuhan yang lemah, ilmu yang sedikit, dan lingkungan yang cenderung mentoleransi keburukan baik terhadap hal kecil maupun besar.

B. Aspek Eksternal

1. Aspek Sikap Masyarakat, dimana masyarakat kurang memahami korban utama korupsi adalah dirinya sendiri, dsb

2. Aspek Ekonomi, seperti pendapatan seseorang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, dsb.

3. Aspek Hukum, seperti regulasi banyak celah dan penegakan hukum tidak dapat diandalkan, dsb.

4. Aspek Politis, dimana selalu ada pihak yang berkepentingan dalam meraih atau mempertahankan kekuasaan, dsb.

5. Aspek Organisasi, seperti budaya organisasi belum mampu menerapkan nilai integritas, dsb

Selain itu, terdapat Teori Sebab Korupsi yang dikemukakan oleh Ahli yaitu Jack Bologne dengan Teori GONE, dan Donald R. Cressey dengan Teori Fraud Triangel. Menurut Jack, Korupsi disebabkan karena adanya Greedy – Keserakahan; Opportunity – Kesempatan; Need – Kebutuhan, dan Eksposure – Pengungkapan. Sedangkan menurut Donald, kecurangan (korupsi) terjadi karena adanya Motivasi; Kesempatan; dan Rasionalisasi (menganggap bahwa meskipun salah, apa yang dia lakukan juga dilakukan oleh orang lain).

Dalam perspektif Islam, Korupsi dapat terjadi karena Masyarakat belum Bersatu; Tata Kelola Pemerintahan yang Buruk; Kezaliman Masyarakat; dan Rusaknya Pemimpin dan Tokoh Bangsa (Ulama).

Selain membahas Sebab Korupsi, sosialisasi Antikorupsi Episode 2 juga membahas tentang Dampak Korupsi, diantaranya adalah pada:

Bidang Ekonomi – Industri dan sektor swasta tidak berkembang, rendahnya kualitas barang jasa yang tersedia untuk publik, investasi lesu dan iklim usaha tidak kondusif

Bidang Hukum – Hilangnya kepercayaan rakyat kepada Pemerintah dan stabilitas politik serta kondusifitas masyarakat tidak terjaga.

Bidang Pertahanan – Lemahnya alusista dan SDM militer serta garis batas negara rawan diambil oleh negara lain.

Bidang Budaya – Tumbuhnya perilaku koruptif dan lahirnya sikap toleran atas kecurangan pada kehidupan masyarakat.

Bidang Kesehatan – Mahalnya fasilitas kesehatan, keterbatasan akses yang layak bagi seluruh warga negara, dan rendahnya angka harapan hidup masyarakat.

Bidang Pendidikan – Kualitas sumber daya manusia menurun, keterbatasan akses pendidikan yang merata, dan meningkatnya angka pengangguran penduduk.

Bidang Politik – Menguatnya plutokrasi (suatu kekuasaan di pemerintahan didasarkan atas kekayaan yang dimiliki) dan hancurnya kedaulatan rakyat.

Bidang Sosial – Meningkatnya angka kriminalitas di masyarakat, keterbatasan untuk akses hidup yang layak, dan meningkatnya angka kemiskinan penduduk.

Sebab Korupsi perlu diketahui oleh setiap orang, karena dengan begitu seseorang menjadi lebih waspada tentang perilakunya saat ini sehingga mau berubah menjadi lebih baik agar tidak terseret ke dalam perilaku koruptif apalagi hingga merugikan keuangan dan perekonomian negara. Sedangkan dampak Korupsi perlu disosialisasikan agar setiap orang tergugah hati dan pikirannya bahwa Korupsi bukanlah musuh Pemerintah apalagi Masyarakat semata, bukan pula musuh KPK semata. Korupsi merusak segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga setelahnya, setiap orang akan menjadi lebih peduli dan bersama-sama berjuang untuk mencegah dan memberantas Korupsi demi kebaikan bersama.